Demi Bumi Demi Kita “Dare to Change”

Assalamualkum Wr.Wb

Halo teman-teman, sudah cukup lama berselang dari postingan terakhir saya, sebenarnya saya banyak stok cerita, tetapi belum sempat untuk bercerita karena saya biasanya menulis pada akhir pekan, kebetulan setiap akhir pekan pada bulan April dan Mei saya ada beberapa acara, Sekarang Taaadaaaa!!! akhirnya saya baru bisa menulis pada hari ini.

Back To Topic

Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya saat menjadi relawan kegiatan Dompet Dhuafa Volunteer yang bekerja sama dengan Yayasan Restorasi Mangrove Indonesia atau bisa disebut IMARF pada acara acara Demi Bumi Demi Kita (DBDK)  yang menurut saya sayang untuk dilewatkan jika saya tidak tulis hehe.

328

Inti dari kegiatan ini adalah menanam 1000 “Mangrove” Kenapa mangrove? yak nanti kita bahas. acara ini dilaksanakan pada tanggal 21 April 2018 sekaligus juga untuk merayakan Hari Bumi yang diperingati secara Internasional setiap tanggal 22 April. Penanaman  bertempat di Pesisir Pantai Marunda RT 003/ RW 07, kelurahan Marunda Cilincing Jakarta Utara, atau lebih tepatnya persis di belakang Rusun Marunda.

Pukul 7.00 kami tiba pada meeting point yang telah disepakati, ada yang di Stasiun Jakarta Kota, Halte Busway Tanjung Priok dan bahkan ada yang lebih dahulu menginap pada Jumat malam dengan mendirikan tenda di lokasi. saya memilih mepo Stasiun kota karena mudah di akses dari kost saya. lokasi tempat menanam mangrove cukup jauh. Dari stasiun kota kami harus transit menuju stasiun Tanjung Priok, setelah tiba di Priok kemudian naik angkot sekitar 20 menit (lupa angkot nomor berapa) menuju Rusun Marunda.

Setibanya di lokasi terlihat tenda-tenda dan beberapa peserta lainnya yang sudah menunggu, kami bergegas berganti dengan dresscode yang sudah disedikan, dilanjutkan dengan mendengarkan arahan dari komunitas IMARF. Komunitas IMARF memaparkan beberapa fakta sebagai berikut.

  1. Hutan mangrove  menyimpan lima kali karbon lebih banyak per hektare dibandingkan dengan hutan tropis dataran tinggi (Murdiyarso et al., 2015).
  2. Dalam tiga dekade terakhir, Indonesia kehilangan 40% mangrove (FAO, 2007). Artinya, Indonesia memiliki kecepatan kerusakan mangrove terbesar di dunia (Campbell & Brown, 2015).
  3. Mangrove menyediakan pertahanan penting melawan erosi pesisir. Akar mengingat lapisan tanah dan mengubah aliran air, mencegah hilangnya sedimen dari garis pesisir (UNEP, 2014).
  4. Di bawah air, hutan mangrove menjadi lahan bertelur dan berkembang biak ikan dan spesies laut. Akar dan lapisan lunak di bawah pohon memberi pangan, naungan dan perlindungan dari predasi (UNEP, 2014).
  5. Kondisi jakarta sangat memperihatinkan garis pantai selalu berkurang tiap tahunnya akibat abrasi

Pemaparan yang disampaikan teman-teman IMARF saya sempurnakan dengan mengambil artikel di laman forestnews.cifor.org, penjelasan lebih lengkap bisa di akses disini

Setelah mendengar pengantar tentang mangrove, kami dijelaskan tata cara menanam mangrove, sebelumnya saya pernah ikut acara menanam mangrove di pulau harapan Kepulauan Seribu, saya sedikit meremehkan cara menanam mangrove, karena pada saat di Pulau Harapan Mangrove sudah terbagi dalam polibag  kecil, gali sedikit permukaan pasirnya dan tinggal diletakan dalam air,  mangrovepun selesai ditanam. Ternyata jenggggg berbedaaaa dengan cara menanam pada saat saya di pulau Harapan. cara yang dijelaskan disini  bibit mangrove harus di ikatkan di kayu, pastikan mangrove tengak lurus, dan kedalaman penanaman kira-kira satu jengkal, ikatkan mangrove dengan kayu menggunakan tali rafia agar mampu nenahan ombak.

Mangrove
Penjelasan Cara menanam

Setelah selesai pemaparan kami berfoto bersama dan langsung menuju lokasi,

Kesan pertama saya pada saat menginjakan kaki adalah “Miris” miris karena pesisir laut Jakarta lebih pantas dibilang “got” dari pada pantai.

mangrove
Menuju Lokasi penanaman

setelah tiba di lokasi kami semua mulai menanan, satu orang kira-kira menanam 10 s.d 15 bibit mangrove. tantangan pada sat menanam adalah medan yang kami hadapi adalah lumpur. Lumpur disini cukup padat dan mengandung serpihan kulit kerang yang sudah hancur sehingga jika tidak menggunakan sarung tangan akan melukai kulit, disini juga banyak cacing laut yang berbentuk pipih, dan sampah pada saat kita menggali lumpur. sampah mengendap dalam lumpur sejak lama, membuat permukaan lumpur semakin padat. sangat berbeda dengan pulau Harapan yang berpasir, permukaan air yang bersih dan bebas dari cacing maupun sampah, sehingga mudah untuk digali.

Setelah menaman sekitar 1000an bibit kami bergegas untuk kembali dan membersihkan diri menumpang pada kamar mandi yang tersedia di rusun. setelah bersih-bersih dan melaksanakan ibadah solat zuhur kami liwetan bersama.

Mangrove
mempersiapkan liwetan

Kesan

Acara ini memang cukup singkat, namun memberikan kesan yang luar biasa bagi saya, bisa mendapat teman dan pengalaman baru,  rasa senang saya sulit diceritakan dari cerita saya yang biasa ini. Saya sangat mengapresiasi kepada komunitas yang peduli dengan lingkungan. Tidak dipungkiri bahwa rusaknya lingkungan karena perbuatan manusia, seperti terjemah Q.S. Ar Rum ayat 41

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (41)

Kita hakikatnya sebagai manusia diberi amanah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, karena rusaknya lingkungan akan menjadi bumerang kepada manusia itu sendiri.

Epilog

Setelah selesai acara, jantung saya tiba-tiba berdetak dan tubuh mulai mengeluarkan keringat dingin seperti orang deman, aku teringat sesuatu bahwa setelah acara ini aku akan “mengendarai mobil”, Lho kok bisa?? jadi, selepas acara DBDK akan ada acara Voluntrip round 6 dan sekarang sedang tahap persiapan. kebetulan hari ini pukul 20.00 panitia voluntrip akan ada kumpul di bogor untuk mengemasi perlengkapan yang diperlukan.

Aku dan kak Dwi Anisa selaku SC acara DBDK kebetulan satu kepanitiaan voluntrip round 6, kak Dwi beberapa hari sebelum tanggal 21 April Meminta ku untuk membawa mobilnya selepas acara DBDK karena ada banyak perlengkapan dari DBDK yang akan digunakan dalam voluntip. Aku jujur pada kak Dwi aku bisa bawa mobil, tapi tidak lancar. aku mengira setelah aku berterus terang ia akan membatalkan niatnya mempercayaiku membawa mobil, dan ternyata jeeeeenggggggggg ia tetap mempercayaiku untuk membawa mobil. Temannya kak Dwi yang menyetir mobil dari rumahnya ke lokasi DBDK, dan selepas acara, teman kak Dwi yang membawa mobil pulang dan meninggalkan aku dan kak Dwi.

Sepanjang Shalat Ashar aku berdoa agar diberi keselamatan, ini adalah jarak terjauh mengendarai dari Tanjung Priok ke Bogor, sebelumnya aku hanya berkendara sekitar Bintaro dan tidak pernah masuk tol , dengan mengucap bismilah perlahan aku mulai mengendarai, terjadi hal unik selama perjalanan, karena grogi terkadang aku kesulitan mengoper dan mengoprasikan gigi sehingga mesin terkadang mati seketika, ingin ke gigi 1 tapi malah 4 begitu juga sebaliknya, melihat hal ini kak Dwi menawarkan bantuan, dan akhirnya kalian tau “aku yang menginjak kopling dan kak Dwi yang mengoper gigi” Percaya ga??? aku sendiri tidak percaya hal ini bisa terjadi, atas kerja sama kami berdua akhirnya, kami tiba di Bogor dengan selamat. Lucu dan menegangkan terjadi disaat bersamaan, dan aku mengakui kak Dwi adalah kakak tersabar dan punya kepercayaan yang besar terhadap orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s