Tunas Bangsa yang dibuang

Assalamualaikum wr.wb

Hallo semua kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya mengunjungi Panti  Asuhan anak dan balita Tunas Bangsa, acara ini bukan dari komunitas yang sering saya ikuti, tetapi hanya acara perorangan yang ingin berslilaturahmi bersama adik-adik, saya diajak oleh kak rani, teman kelas inspirasinya kebetulan yang mengadakan acara. Kebetulan juga, saya sudah pulang Latsar dan belum ada agenda, tanpa pikir panjang saya menerima tawaran kak rani.

Panti Tunas Bangsa terletak di  Jalan Raya Bina Marga No.79, RT.07 / RW.06, Cipayung, Jakarta Timur. Searah jika kalian ingin ke Taman Mini. Saya dan kak Rani berangkat dari Stasiun Tanjung Barat, kemudian dilanjut dengan Grab Car dengan membayar sekitar Rp. 38.000, perjalanan dari stasiun menuju lokasi sekitar 20 menit.  Panti Tunas Bangsa bersebelahan dengan beberapa panti, bedanya panti disebelahnya menerima lansia dan anak jalanan. Panti Tunas Bangsa cukup besar dengan fasilitas yang cukup baik, bahkan pak Jokowi Dodo meresmikan panti ini pada saat beliau menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Cakupan panti adalah Jabodetabek , menampung  anak-anak usia bayi hingga tujuh tahun, ada sekitar 93 anak disini.

Masuk ke Lobby panti, kami sedikit berbincang-bincang dengan penjaga panti dan melsayakan briefing acara yang akan disayangkan nanti. Selesai briefing kami menuju aula tempat kami akan melangsungkan acara, perjalanan menuju aula, kami melewati berbagai ruangan, seperti ruang tidur, ruang bermain dan ruang-ruang lainnya. Sangat menggemaskan melihatnya, karena furnitur didalamnya berwarna-warni dan memiliki ukuran mungil.

Selelah berjalan beberapa menit kami melewati ruangan bayi, sangat menggemaskan melihat satu ruangan dipenuhi bayi yang sedang tidur dan berguling. Kami hanya diperbolehkan melihat melalui kaca besar dari luar, untuk menghindari virus dan bakteri yang menempel pada tubuh orang dewasa. Sayang sekali,  bayi yang menggemaskan ini tidak diinginkan oleh orang tuanya, kalian pernah lihat di sinetron bayi yang sengaja dibuang, dimasukan kedalam kardus dan orang tua mereka meninggalkan sepucuk surat?  itu benar adanya, tapi biasanya di sinetron bayi ditinggalkan di rumah mewah dan akhirnya jadi orang kaya? Kenyataan tidak seperti itu, bayi-bayi yang ditemukan biasanya dibawa ke sini dan dirawat. Mereka ditampung disini sambil menunggu ada calon orang tua yang mengadopsi mereka, jika sampai usia 7 tahun tidak ada yang mengadopsi, mereka akan dipindahkan ke asrama di daerah kelender yang menampung anak usia 7 tahun keatas.

Panti Asuhan
Ruang tempat bayi ditemukan dirawat

Setelah melihat bayi mungil kami menuju ruang berikutnya, ruang selanjutnya adalah anak usia 1 tahun, mereka sedang asyik menonton televisi, sangat mengemaskan mereka berkumpul di satu tempat tidur dan pandangan mereka fokus televisi, kami juga tidak diperkenankan untuk berinteraksi hanya melihat melalui kaca besar.

Panti Asuhan
adik-adik fokus ke televisi

Setelah puas berkeliling, kami menuju aula bawah adik-adik usia 3-7 tahun sudah menunggu dan acara kami akan segera dimulai, sangat mengejutkan bagi kami, belum selesai kami melepas alas kaki tetapi  adik-adik langsung menyerbu meminta gendong dan bermain, adik-adik sangat agresif mungkin ini adalah luapan senang mereka. Kami kewalahan mengatasi adik-adik, bayangkan dua adik meminta gedong secara bersamaan dan yang lainnya menari dari belakang, ada anak yang membuatku kewalahan, postur tubuhnya cukup besar dan minta digendong di leher dan rasanya seperti membawa karung beras tapi saya dengan senang hati menggendongnya. Kakak-kakak asyik bermain dan mencari cara agar adik-adik tidak bosan, sebenarnya sudah ada susunan acara yang dibuat, tapi semua gagal karena adik-adik sulit dikendalikan dan hanya ingin bermain, tapi hal ini tidak menjadi masalah karena tujuan kami kemari adalah memberikan kesenangan bagi adik-adik.

 

Setelah lama bermain dengan adik-adik, ada hal aneh yang saya perhatikan, sebagian besar adik-adik jarang berbicara, mereka hanya memberikan isyarat dan sesekali mengeluarkan suara, idealnya pada usia ini mereka sedang cerewet  dan yang aneh lagi, ketika adik-adik digendong mereka langsung memeluk erat dan menyandarkan kepalanya di bahu kakak-kakak.

Setelah saya bertanya kepada kak Rani, menurutnya penyebab adik-adik tidak banyak berbicara adalah karena tidak sering diajak bicara oleh orang-orang disekitarnya, idealnya anak itu harus sering diajak bicara agar terpacu terbiasa. Juga mereka sangat suka digendong karena mungkin kurang pelukan dari penjaga panti. Kondisi ini memang tidak bisa dihindari, karena penjaga panti hanya ada 30 orang dan dibagi dua shift , 15 orang setiap shiftnya, harus mengajak bicara, memeluk dan menggendong 93 secara intensif anak menurutku cukup sulit.

Cukup lelah kami bermain, tidak banyak yang bisa saya ceritakan saat bersama adik-adik karena kami hanya bermain sesuai permintaan adik-adik permainannya cukup sederhana hanya memasang lego, memasang puzzle, lempar boneka, tapi yang paling dominan diminta adik-adik adalah gendong. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00, sudah saatnya acara selesai, tampak kesedihan diwajah adik-adik, kami berpamitan dengan penjaga panti dan diakhiri foto bersama.

Epilog

Sedikit berbincang dengan penjaga panti sebelum pulang

Sempat kuceritakan ada anak berpostur besar ingin gendong dileher, namanya Tami, Tami berpostur besar dan memiliki wajah beretnis Papua, Tami merupakan singkatan dari Taman Mini, karena ia ditemukan di Toilet anjungan Papua di Taman Mini ditinggal oleh orangtuanya saat ia bayi, menurut penjaga dia anak yang paling nakal disini. Dibalik kenakalannya ia hanyalah anak biasa, melihat teman-temannya keluar panti diadopsi membuatnya sedih, dan selalu bertanya kapan ia akan diadposi dan mendapatkan orang tua yang tulus merawatnya.

36718
Dibalik kenakalan Tami dia hanyalah anak biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s