Voluntrip Round 5, Untuk Alumni Bukan Mantan

Assalamualaikum Wr.Wb
Halo semuanya masih ingatkah dengan salah satu aksi Dompet Dhuafa Volunter yaitu voluntrip? Yaitu acara yang memadukan jalan-jalan sambil berbagi. Tidak terasa acara ini sudah berjalan hingga keempat kalinya. terakhir adalah voluntrip round 4 yang dilaksanakan pada bulan April 2017 lalu, kali ini voluntrip hadir kembali dengan ronde ke 5.
Voluntrip kali ini berbeda dari ronde sebelumnya, biasanya relawan voluntip berasal dari kalangan umum, tetapi kali ini pesertanya berasal dari anggota relawan voluntrip-voluntrip sebelumnya. Oleh karena itu, tema voluntrip round 5 kali ini adalah special reunion. Alhamdullilah, kebetulan tidak ada kesibukan pada tanggal 10-12 november sehingga bisa mengikuti acara tersebut. Berikut ini adalah ulasannya.
10 November 2017
Voluntrip round 5 ini dilaksanakan di Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Meeting point di stasiun bogor dan kita berangkat menuju lokasi menggunakan angkot yang sudah disewa oleh panitia. Kami menggunakan baju voluntip kita masing-masing saat kami jadi peserta sehingga terlihat keberagaman diantara kita.

Voluntrip
Sebelum Keberangkatan

Lokasi voluntrip kali ini cukup dekat jika dibandingkan dengan voluntrip-voluntrip sebelumnya, perjalanan sekitar 1 jam dari stasiun bogor sehingga memudahkan peserta yang menyusul. Hal ini memberikan kesenangan tersendiri bagi kami, karena waktu yang tidak terbuang di perjalanan sehingga bisa menghabiskan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. kami tiba di lokasi sebelum maghrib, setelah tiba di lokasi kami briefing untuk serangkaian acara besok dan saling berkenalan satu sama lain. Setelah selesai berkenalan dan briefing, kami menuju rumah inap masing-masing untuk beristirahat.

Voluntrip
Briefing Acara Besok

11 November 2017
Kelas Inspirasi
Matahari telah terbit, udara sejuk mulai terasa, kami mengawali hari dengan senam pagi dilanjutkan dengan sarapan. Setelah itu kami langsung menuju SD Negeri Gegerbitung, lokasi SD terletak di kaki gunung salak, sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk menuju lokasi.

Sekadar info instalasi air di SDN Gegerbitung sudah lama rusak, meskipun sudah tersedia kamar mandi dan jamban tetapi tidak ada air yang mengalir. Adik-adik yang ingin buang air pun terpaksa harus turun ke mushola sekitar, ke ladang warga ataupun pulang kerumah masing-masing yang jaraknya lumayan jauh, terkadang mereka tidak balik lagi karena kelelahan untuk naik ke sekolah yang ada di atas bukit. Alhamdulillah kami dari Dompet Dhuafa Volunteer memberikan donasi berupa instalasi air, paket alat tulis dan sikat gigi bagi adik-adik disana.


Sesampainya di SD kami disambut hangat oleh adik-adik dan guru disana, dibuka dengan upacara kemudian diakhiri oleh penyerahan donasi secara simbolis, setelah itu acara diawali dengan penyuluhan kesehatan. Adik-adik diajarkan caranya menggosok gigi dan mencuci tangan dengan benar yang disampaikan langsung oleh pakarnya yaitu dr Icha. Selain itu, karena akhir-akhir ini banyak kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak, kami kakak-kakak relawan menari untuk memberikan edukasi mengenai sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh.

Setelah memberikan edukasi mengenai sentuhan, kami bersiap siap untuk sesi kelas inspirasi, dikelas saya, kak Ima dan dibantu oleh kak Aswadi bermain sambil belajar di kelas, berbekal imu yang saya dapatkan saat Jambore Sahabat anak yang bisa dibacadi sini saya menanamkan nilai tolong, maaf dan terima kasih kepada adik-adik, selain itu kami memberikan edukasi mengenai pancasila, pahlawan masa kini dan penyuluhan pentingnya menjaga kebersihan.

Setelah semua edukasi dan games kami berikan kepada adik-adik acara diakhiri dengan membuat prakarya dream on hand yaitu dengan membuat ceplakan tangan dan menulis cita-cita serta harapan mereka pada prakarya tersebut.

Voluntrip
Dream On Hand

Akhirnya kami tiba pada penghujung acara kelas inspirasi, kami kakak relawan mempersiapkan untuk memberikan snack, donasi alat tulis dan tas kepada adik-adik. Terima kasih kepada donatur yang telah berbagi rezekinya bagi siswa-siswi SDN Gegerbitung, adik-adik sangat senang mnerima donasi baik berupa alat tulis dan instalasi air. Kegiatan di sekolah selesai sebelum zuhur dan kami akhiri dengan foto bersama.

Voluntrip
Bagi-bagi donasi

Aksi Layanan Sehat (ALS) dan Permainan Tradisonal
Setelah selesai acara di sekolah kami bergegas turun menuju tempat kumpul, kami bergegas untuk sholat, makan dan briefing untuk dua acara yang berjalan secara pararel yaitu aksi layanan tradisional dan mengajak adik-adik kampung sekitar untuk bermain permainan tradisional. Kebetulan saya dipilih panitia untuk menjadi pemandu pasien dalam ALS. ALS berjalan dari pukul 13.30-16.00 dan kurang lebih ada sekitar 100 warga yang hadir. saya senang menjadi pemandu pasien, karena memang saya sangat suka memberikan pelayanan dan bersikap ramah kepada orang lain, tugas yang saya lakukan adalah memberikan pengarahan kepada pasien dan menolong pasien ketika ada kesulitan, selain itu saya juga harus mengkondisikan agar tempat aksi layanan kesehatan tetap berjalan sesuai alur berikut ini adalah fotonya.


Karena saya ikut ALS saya tidak melihat berbagai keseruan kakak-kakak yang bermain permainan tradisional dengan adik-adik, berikut ini adalah fotonya.


Pentas seni
Matahari mulai tenggelam, kami pulang menuju rumah inap masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Acara selanjutnya adalah pentas seni, kakak-kakak dan adik-adik menampilkan kreativitas yang telah disiapkan sebelumnya dan di tampilkan dihadapan kami semua, di sela-sela acara berlangsung doorpize dibagikan agar suasana menjadi lebih hidup berikut ini adalah fotonya.


Setelah selesai kami mengakhiri hari dengan mengucap syukur karena serangkaian acara telah berjalan dengan lancar, kami saling bertukar kado satu samalain

12 November 2017
Matahari terbit memancarkan sinarnya, sama seperti kemarin kami mengawali hari dengan senam kemudian dilanjut dengan sarapan. Taukah kamu? Wadah ikan cue atau ikan asin saat orang tua kalian membeli ikan di pasar yang terbuat dari bambu dan berbentuk anyaman? Wadah tersebut ternyata salah satunya diproduksi di desa ini, selain bertani dan berkebun warga membuat wadah ikan untuk menambah penghasilan, wadah ini dihargai sekitar Rp 11.000 hingga Rp 15.000 per 100 wadah, jadi kira-kira wadah ini hanya dihargai sekitar Rp. 100an. Harga yang murah tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan untuk membuatnya, kami diberi kesempatan untuk mencoba membuatnya.

Voluntrip
Hasil Menganyam Wadah Ikan Cue

Setelah selesai, kami bergegas kembali kerumah inap, berpamitan dan memberikan donasi berupa sembako kepada rumah inap yang kami singgahi, setelah itu menuju curug tempat kita ngetrip. Sepanjang jalan menuju curug  Putri Pelangi kami bermain games yang telah dipersiapkan oleh panitia, setelah sampai lokasi kami puas membully satu-sama lain, dan kegiatan hari ini kami akhiri dengan mengucap hamdalah dan berfoto.


Epilog

Menghitung hari menuju masuk kerja, aku menikmati hari dengan penuh suka cita. sepertinya setelah bekerja nanti, hanya kegiatan seperti ini yang membuat saya melupakan rutinitas sejenak.

Voluntrip
Indahnya Ciptaannya

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s